SUPLEMEN
Seni Mendengarkan

Post : Jum'at, 20 Februari 2015 by : Santoso H

Yesaya 50:4b
Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.

Tahun 2012 telah menjadi tahun yang penuh dengan tantangan dan cerita keberhasilan bagi sementera orang lain. Namun sejumlah persoalan di negri ini masih terus berlanjut karena belum dapat dituntaskan, hidup dalam suatu masyarakat yang diwarnai dengan berbagai tindak kekerasan, individual dan massal, dengan latar belakang persoalan-persoalan kriminalitas, konflik sosial sebagainya.

Korban-korban jiwa dan harta benda pun berjatuhan, dengan meninggalkan berbagai penderitaan dan kesengsaraan bagi yang bersangkutan. Timbul kesan betapa nyawa manusia telah begitu merosot nilainya berhadapan dengan kebencian, kemarahan. Dalam situasi dan kondisi seperti itu, keadaan yang penuh dengan damai dan sejahtera, rasanya telah hilang atau hanya menjadi dambaan yang tak jelas lagi kenyataannya.

Ditengah perajalanan seperti itu tiap pemimpin di negri ini lebih banyak mendengar suara Tuhan. Terutama dari pihak gereja, dibutuhkan pemimpin yang peka dengan kondisi masyarakat yang ada Gereja dan umat Kristen serta masyarakat perlu disadarkan pentingnya mendengarkan suara Tuhan. Tuhan Yesus mau berbicara kepada setiap indvidu tentu percaya kepada Yesus.

Filipi 1:6
Yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus

Seni Mendengar Suara Tuhan

Adalah penting memberikan telinga dengar-dengaran kepada suara dan bisikan Tuhan. Agar segala harapan, cita-cita dan impian hidup kita lebih ditentukan oleh Tuhan Yesus sendiri, bukan karena rencana kita. Yesaya juga pernah berkata, manusia merencanakan tetapi Allah sendirilah yang menetapkan.

Seni mendengar suara Tuhan nyata juga diajakan di dalam Alkitab. Alkitab menggambarkan bahwa Allah adalah mendengarkan. Alkitab mengajarkan mendengar suara Tuhan akan bermanfaat untuk menjadi pendengar yang lebih efektif dan mitra peduli kepada dunia, sesama, masyarakat serta lingkungan di mana kita berada.

Segi positifnya kita benar-benar merasa, dengan sabar dengan orang lain sebagai kesempatan untuk belajar sesuatu, terbuka untuk mendengarkan. Jadi kemampuan untuk mampu mendengar tentu akan membuat orang yang kita kasihi merasa layak, dihargai, menarik, dan dihormati. Ketika kita mendengarkan, kita memupuk keterampilan pada orang lain dengan bertindak sebagai model untuk komunikasi positif dan efektif.

Citra kemanusiaan yang seperti itulah sepatutnya menjadi jati diri setiap orang Kristen.

Akan lebih bermanfaat lebih banyak mendengar daripada banyak bicara.

Zaman yang kita hadapi saat ini justru sebaliknya, lebih banyak berkata-kata tetapi dalam perbuatan belum sepenuhnya benar.

Dalam rangka untuk menjadi pendengar yang lebih efektif, kita boleh belajar dari Samuel
(1 Samuel 3,1-10). Yakobus menggarisbawahi pentingnya mendengarkan ketika ia menulis bahwa kita

Yakobus 1:19
"harus cepat untuk mendengar dan lambat bicara."

Yesus,juga mengajarkan manfaat dari mendengar itu. Dia mengatakan:

Matius 11:15
"Dia yang memiliki telinga untuk mendengar, biarkan dia dengar!"

Yesus memuji Maria kesabaran dan keinginan untuk mendengar firman Allah. Dia menginstruksikan Martha:

Lukas 10:38-42
"Kamu khawatir dan sedih tentang banyak hal, tetapi hanya satu hal yang diperlukan."

Mendengarkan tidak terjadi secara alami tetapi merupakan hasil dari sebuah pilihan sadar. Orang juga dapat membuat keputusan sadar untuk mendengarkan, seperti ketika Musa berkata:

Keluaran 20:19
"Bicaralah kepada kami sendiri dan kami akan mendengarkan Tetapi tidak memiliki Allah berbicara kepada kita atau kita akan mati".

Samuel mendengar Tuhan berbicara dalam keheningan sebelum fajar. Kisah ini dimaksudkan untuk menjaga kita mendengarkan, mendengarkan panggilan Allah atas hidup kita, mendengarkan di zaman baik dari kehidupan dan yang buruk, mendengarkan saat kita sibuk, dan ketika kita di waktu luang, saat-saat yang berisik, dan saat keheningan itu memekakkan telinga.

Dalam kunjungan berulang Samuel kepada Bait Allah, saat Tuhan memanggilnya, kita belajar peran Gereja dalam membantu setiap individu memahami dan memperjelas suara Tuhan bekerja dalam hidup mereka.

Dengan demikian jika kita ingin berhasil dalam menapaki minggu, bulan di tahun 2012 ini, kepekaan mendengar suara Tuhan harus diberi tempat yang layak dalam setiap pengambilan kebijakan, pelayanan dan pekerjaan kita sehari-hari.

Kepekaan membiarkan Allah berbicara kepada pribari-pribadi jemaat menjadi prioritas untuk mencapai cita-cita, tanpa harus merasa lebih baik seolah-olah sudah mampu berbuat sesuatu pekerjaan yang lebih besar.

(Sumber : Pdt Midian KH Sirait,MTh)

Adalah hal yang sangat penting bagi kita sebagai manusia terlebih lagi sebagai anak Tuhan untuk memiliki kemauan dan kemampuan untuk mendengarkan Tuhan dengan FirmanNya, Peritah, ketetapan dan Janji-janjiNya. Mengapa?

Karena sesungguhnya orang Kristen hidup hanya oleh perkataan Tuhan (Matius 4:4)

Seluruh bagian hidup kita hanya oleh karena Firman Tuhan. Jika kita mendengarkan firman Tuhan maka kita hidup, jika kita tidak mendengarkan atau acuh tak acuh terhadap firmanNya maka kita sedang mati secara rohani. Ketika manusia mati terhadap firman Tuhan, maka dia sedang hidup menjadi hamba dunia atau iblis.

Mintalah kepada Tuhan agar Dia mempertajam pendengaran kita agar setiap perkataan Tuhan, janji dan perintahNya sangat jelas dan dimengerti oleh kita sebagai anakNya.

Anak akan hidup dengan pemikiran dan cara seperti bapaknya. Demikian juga kita haruslah memiliki pemikiran dan cara hidup sama seperti Bapa kita di surge. Dengan demikian hidup kita akan menjadi efektif, efisien, produktif dan berkenan bagi Tuhan. Jadilah pendengar yang baik, jadilah murid Kristus. Tuhan Yesus memberkati (SSH).

VIDEO