DEVOTION
TINGGAL DIDALAM HADIRATNYA

Post : Rabu, 08 Oktober 2019 by : Rudy Langitan

Lukas 10:38-42

Ketika kita merenungkan kisah Lukas 24 : 13-35 dua hari lalu, maka ada beberapa hal yang dapat membuat hati kita kembali berkobar (hati yang berkobar): Yang pertama, Tinggal di dalamnya (dweling in God’s presence).

Kehadiran Yesus diidentikkan sebagai nyala api yang memberikan terang dan kobaran, maka tidak ada cara lain untuk mengalami kobaran-Nya itu selain datang dan mendekat kepada sumber nyala api itu sendiri, yaitu hadirat-Nya. Dalam aktivitas yang kita lakukan sepanjang hari, luangkan waktu sejenak untuk mau duduk diam di hadirat-Nya.

Kisah Maria dan Marta di Lukas 10 :38-42, menjadi bukti bahwa Marta adalah seorang yang terlalu sibuk dengan pelayanannya sehingga hampir tidak memiliki waktu untuk diam di dekat kaki Yesus dan mendengarkan perkataan-Nya (seperti yang dilakukan saudaranya, Maria).

Meskipun yang dilakukan Marta adalah sesuatu yang baik, namun ia tetap perlu waktu untuk mengalami pembaharuan dan kehadiran Tuhan dalam hidupnya. Yesus menegur Marta, kataNya, "Marta engkau kawatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara.. tetapi Maria telah memilih bagian yang terbaik". Tidak ada tempat yang terbaik yang akan membuat engkau senantiasa berkobar, kecuali duduk tenang dibawah kaki Yesus.

Tinggal diam kamu diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu (Yesaya 30:15)

freehitcounters.org
UPCOMING EVENT
DOA FAJAR // Sabtu pagi, Kecuali minggu ke-1
RECENT DEVOTION

Mengakhiri Bukan Dengan Sejumlah Prestasi, Tapi Hasil Yang Berkenan

Memastikan untuk kita terus bergerak di dalam Dia dan dengan caraNya, sangatlah menentukan seberapa banyak kita akan menerima dan mengalami apa yang Dia janjikan bagi kita sebagai umatNya.

Tuhan Yang Memberi Kemenangan

Prinsip Hukum Rimba adalah siapa kuat dia menjadi penguasa. Prinsip ini telah terjadi di dunia kerja, keluarga bahkan ke dalam gereja. Tetapi prinsip Kerajaan Surga adalah Siapa percaya Yesus Kristus, dia menjadi pemenang.

VIDEO