DEVOTION
SATU POLA

Post : Rabu, 31 Juli 2019 by : Santoso S. Hutabarat

Filipi 2:1-11

Setiap suku bangsa di dunia tentu memiliki kebudayaan yang unik sehingga menyebabkan muncul ragam kebudayaan manusia. Jikalau dipelajari sumber terbentuknya satu kebudayaan adalah di pikiran (Cognitive). Pengetahuan demi pengetahuan akan kehidupan dihimpun dan dikelola menjadi konsep kehidupan yang kemudian dijalankan secara bersama-sama sehingga dalam kurun waktu tertentu menjadi kebiasaan hidup. Itulah kebudayaan manusia.

Dosa yang terbentuk di dunia telah mengkhamiri bahkan merobohkan benteng kesucian dan keluhuran tujuan penciptaan yang mana telah terjadi pergeseran tujuan penciptaan yakni dari menyembah dan memuliakan Sang Pencipta menjadi menyembah dan memuliakan Hasil Ciptaan Tuhan. Pergeseran dan perubahan tujuan hidup menyebabkan manusia kehilangan konsep kebudayaan Allah sehingga bermunculan banyak kebudayaan yang mencoba menandingi Tuhan dan titah, ketetapan dan rencananya.

Itu sebabnya Yesus telah mengajarkan kepada manusia bahwa kita harus menaruh pikiran dan perasaan seperti yang terdapat dalam Kristus Yesus (Filipi 2:5) supaya manusia mengalami perubahan pikiran. Perubahan pikiran akan menuntun manusia untuk membentuk pola pikir Ilahi, pola rasa atau emosi yang benar, pola tindak yang terpuji dan akhirnya manusia dengan keinginan yang penuh hanya untuk memuliakan Tuhan akan membangun gaya hidup Ilahi di bumi. Ada beberap hal yang Tuhan ajarkan untuk memiliki kebudayaan hidup yang berdampak yakni :

1. Kerelaan untuk Berubah. Yesus rela untuk menjadi manusia dengan tidak mempertahankan kesetaraan dengan Allah demi tugas penyelamatan manusia dari dosa.

2. Kerendahan hati. Karakter ini adalah nilai sukses dan menjadi nilai kebudayaan Allah. Orang Kristen harus mengutamakan kepentingan orang lain daripada diri sendiri atau kelompok yang eksklusif melalui penerapan karakter kerendahan hati.

3. Ketaatan. Kualitas ini menjadi sangat penting agar semua bagian hidup kita mencerminkan kebenaran Allah di bumi sehingga tidak memberikan ruang munculnya kebiasaan-kebiasaan buruk dan merugikan banyak orang. Ketidaktaatan akar pemberontakan dana menyebabkan terjadi kejahatan baru.

4. Ketuntasan. Yesus datang ke dunia hanya untuk menggenapi perintah Bapa di Surga yakni untuk mati , bangkit dan naik ke surge supaya manusia dibukakan jalan ke surge yakni jalan kepada Bapa (Yoh 14:6).

5. Penundukan diri kepada Nama Yesus. Semua bentu kebudayaan di bumi haruslah menjadi nama Yesus sebagai sumber otoritas sehingga semua bentuk kompromi dosa dihancurkan.

Mari miliki pola pikir, pola rasa dan pola tindak dari pikiran Kristus agar tercipta gaya hidup Rohani dalam rumah tangga, komunitas sekolah, komunitas bisnis/pekerjaan atau komunitas social kemasyarakatan dimana Anda berada.

Free-Counters
UPCOMING EVENT
DOA FAJAR // Sabtu pagi, Kecuali minggu ke-1
RECENT DEVOTION

Mengakhiri Bukan Dengan Sejumlah Prestasi, Tapi Hasil Yang Berkenan

Memastikan untuk kita terus bergerak di dalam Dia dan dengan caraNya, sangatlah menentukan seberapa banyak kita akan menerima dan mengalami apa yang Dia janjikan bagi kita sebagai umatNya.

Tuhan Yang Memberi Kemenangan

Prinsip Hukum Rimba adalah siapa kuat dia menjadi penguasa. Prinsip ini telah terjadi di dunia kerja, keluarga bahkan ke dalam gereja. Tetapi prinsip Kerajaan Surga adalah Siapa percaya Yesus Kristus, dia menjadi pemenang.

VIDEO