DEVOTION
RUMAH-ku ATAU RUMAH-NYA

Post : Selasa, 15 September 2020 by : Santoso S. Hutabarat

Hagai 1:5-11

Dari nats Alkitab di atas, tergambarkan situasi dan kondisi manusia pada zaman pemerintahan Bupati Zerubabel bin sealtiel, yang sudah melupakan Tuhan. Masing-masing sibuk mengurus aktivitasnya untuk membangun kemapanan diri sendiri, mengejar ambisi dan cita-cita pribadi.

Sungguh satu pemandangan yang hampir sama dengan situasi dan kondisi manusia pada masa kini. Ketika Allah melihat situasi dan kondisi demikian, terekspresilah kekesalan Tuhan yang bercampur dengan marah karena manusia sibuk membangun rumahnya sendiri, sementara tidak ada yang perduli bagaimana Rumah Tuhan yang sudah menjadi reruntuhan.

Apakah yang menjadi fokus hidup kita saat ini? Jikalau manusia tidak mengindahkan kerinduan hati Tuhan yakni Membangun RumahNya di bumi dengan sungguh-sungguh, maka sesungguhnya manusia sedang dalam situasi kepayahan (exhausted Time), yang tergambar dengan terlalu banyak mengeluarkan energi tetapi memperoeh hasil yang sedikit bahkan tidak mendapatkan apa-apa. Semuanya adalah sia-sia. Banyak orang yang bekerja keras siang dan malam, tetapi tidak memiliki waktu untuk menikmati hasil jerih lelahnya. Banyak orang juga melupakan bahwa ada orang lain yang perlu perhatiannya. Ada niat menabung untuk persiapan masa depan, ternyata salah mempersiapkan tabungan masa depan.

Bagaimana kita membangun rumah Tuhan dengan bentuk keluarga Allah ?
1. Andaa harus berkomitmen hidup tunduk dan taat kepada Tuhan di komunitas atau gereja dimana Anda berada saat ini.
2. Belajarlah meneladani pemimpin Anda dengan sikap tunduk dan taat kepada Tuhan, Sang Firman yang Hidup.

Coronavirus USA
VIDEO
RECENT DEVOTION

LIVING WORD - Firman Yang Hidup

Living Word adalah Firman Tuhan yang hidup dan berkuasa. "Mengapa hidup dan berkuasa?" Karena perkataannya atau pesan berasal dari Allah yang hidup dan berkuasa. yang diberikan kepada kita umatNya....

IMAN BUKAN PERASAAN

Kita tidak boleh dikendalikan oleh perasaan, kita harus hidup berjalan dalam Iman. Orang percaya berjalan dalam iman bukan oleh perasaan. Rasa penting tetapi kita tidak boleh dikendalikan oleh perasaan....

AUDIO SERMON