DEVOTION
PERTEDUHAN - Memahami Cara Tuhan

Post : Sabtu, 23 Februari 2019 by : Rudy Langitan

Yesaya 55:8, Ayub 3:25-26

"Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN." Yesaya 55:8. Situasi dan kondisi sekitar kita seringkali membentuk sikap hati dan pikiran kita, bahkan turut menentukan besar kecilnya iman kita kepada Tuhan. Mengapa? Karena dengan melihat, ukuran yang kita pakai adalah sudut pandang manusia, sehingga pancaindera kita yang berbicara: ia mengendalikan sukacita, ketenangan, damai sejahtera, semangat dan motivasi kita. Akhirnya banyak orang Kristen menjalani hidupnya dengan letih lesu, keluh-kesah, persungutan, muram dan penuh omelan.

"...hidup karena percaya, bukan karena melihat..." (2 Korintus 5:7).

Selama fokus kita kepada apa yang terlihat oleh mata, maka kita akan menjalani hari-hari dengan penuh ketakutan, kekuatiran dan kecemasan. Ayub berkata, "...yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku. Aku tidak mendapat ketenangan dan ketenteraman; aku tidak mendapat istirahat, tetapi kegelisahanlah yang timbul." (Ayub 3:25-26). Namun jika kita hidup karena percaya, maka kita akan memahami cara Tuhan bekerja.

Dan cara Tuhan itu selalu heran dan ajaib. "Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN?" (Kejadian 18:14a). Semakin kita memahami cara Tuhan bekerja, semakin kita berjalan dalam iman dan memiliki penyerahan diri penuh kepada-Nya. Dengan iman kita beroleh kemampuan Ilahi untuk melihat apa yang tidak sanggup dilihat oleh mata jasmani. Hal itu menjadikan kita tetap sabar dan terus bertekun menantikan-nantikan Tuhan.

Hidup dalam perteduhanNya adalah hidup karena iman dan bukan karena melihat!

UPCOMING EVENT
DOA FAJAR // Sabtu pagi, Kecuali minggu ke-1
RECENT DEVOTION

Mengakhiri Bukan Dengan Sejumlah Prestasi, Tapi Hasil Yang Berkenan

Memastikan untuk kita terus bergerak di dalam Dia dan dengan caraNya, sangatlah menentukan seberapa banyak kita akan menerima dan mengalami apa yang Dia janjikan bagi kita sebagai umatNya.

Tuhan Yang Memberi Kemenangan

Prinsip Hukum Rimba adalah siapa kuat dia menjadi penguasa. Prinsip ini telah terjadi di dunia kerja, keluarga bahkan ke dalam gereja. Tetapi prinsip Kerajaan Surga adalah Siapa percaya Yesus Kristus, dia menjadi pemenang.

VIDEO