DEVOTION
Pelayanan Yang Merdeka , Pelayanan di atas Janji Tuhan

Post :Minggu, 26 Agustus 2018 by : Santos S. Hutabarat

2 Tim 4:6-7

Seorang pemenang adalah seorang yang mengerti dan berpegang kuat pada setiap perkataan dan janji Tuhan serta melakukannya dengan kesetiaan. Pemenang dalam Kristus bukan sekedar mencapai garis akhir kehidupannya tetapi juga hidup secara konsisten dalam iman yang dimilikinya sampai akhir hidupnya.

Namaku Imelda Saputra, aku seorang penulis. Sebenarnya dulu aku tidak pernah berpikir akan menjadi seorang penulis, namun inilah cara Tuhan memakai aku menjadi penanya untuk. Aku terlahir sebagai anak normal, namun saat aku masih balita orangtuaku menemukan sebuah benjolan di punggungku. Ternyata saraf kaki kusut di benjolan tersebut. Dokter menyarankan untuk operasi, tetapi ketika operasi dilakukan ternyata ada efek samping yang terjadi, yakni kakiku bengkok dan menciut. Akhirnya aku tidak pernah bisa berjalan, aku lumpuh. Orangtuaku melakukan berbagai upaya agar aku bisa berjalan lagi, mulai dengan ke dokter, tukang urut hingga ke dukun. Tapi usaha yang dilakukan oleh orangtuaku selama bertahun-tahun sia-sia belaka, aku pun telah lelah dan hampir putus asa. Karena anugrah Tuhan, aku bisa sekolah di sekolah umum sekalipun aku cacat dan harus menggunakan kursi roda. Kadang memang ada orang yang memandangku dengan aneh karena keadaanku. Tapi hal itu tidak berlangsung lama, suatu hari aku jatuh pingsan karena tidak tahan lagi dengan sakitku. Dokter memvonisku dengan penyakit dekubistus dan juga tipes akut sehingga aku harus di rawat di rumah sakit. Mulai bulan Mei di tahun itu, aku berhenti sekolah. Aku tertekan dan putus asa karena aku tidak bisa melakukan apa-apa.

Namun ketika aku mendengar kesaksian seorang perawat yang sakit disembuhkan, semangatku bangkit kembali. hamba Tuhan itu berdoa untukku, saat itu Tuhan menyampaikan isi hati-Nya kepadaku melalui hamba Tuhan itu. Salah satunya adalah: "Kamu akan nulis buku, kamu akan Tuhan pakai jadi penanya Tuhan." Sempat aku merasakan keraguan, "Bener nih Tuhan?" Tapi saat itu juga Tuhan berbicara, "Aku yang akan melakukannya, bukan kamu."Selama beberapa tahun aku hanya menulis, tanpa ada tanda-tanda janji Tuhan itu terwujud. Hingga tiba di tahun 2008, sebuah penerbit menghubungiku. "Imelda, bukunya di terima ya, kami terbitkan." Aku seakan tidak percaya, "Buku… penerbit.. buku yang mana ya?"

Aku merasa sangat senang lagi, ternyata memang janji Tuhan itu tidak pernah gagal. Kini semua nubuatan itu telah menjadi kenyataan. Melayanilah hanya karena janji Tuhan, bukan karena diminta orang lain atau karena system tertentu. (Sumber : Imelda Saputra (jawaban.com))