DEVOTION
MENYAKSIKAN KEMURAHANNYA

Post : Rabu, 29 Mei 2019 by : Yongki Sannadi

Fil 3:14, Mazmur 27:4

"...berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus...", Rasul Paulus bukan hanya berkata lupakan yang telah lalu, tetapi juga mengarahkan pandangan ke depan, dan juga berlari kepada tujuan tersebut. Bangsa Israel terus fokus melihat ke depan, menyaksikan semua mujizat yang Tuhan kerjakan.

Firman Tuhan katakan, mereka berjalan di tanah yang kering sedang di kiri kanan mereka air laut menjadi tembok bagi mereka (Kel 14:22). Sungguh suatu pemandangan yang luar biasa, sambil berjalan melewati laut, mereka juga dimanjakan dengan pemandangan ekosistem laut yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Itulah kemurahan Tuhan, mujizatNya dan pekerjaanNya akan membuat kita terpukau dan terpesona.

"Diam" juga berarti kita menikmati semua kemurahanNya, mengingat kembali segala kemurahanNya yang kita alami, akan membangkitkan dan menguatkan kepercayaan kita kepadaNya bahwa Dia, Allah yang setia yang tidak pernah meninggalkan hidup kita. Menikmati kemurahanNya akan membuat kita tidak fokus kepada masa lalu dan masalah kita, tapi fokus kepada keperkasaan Allah.

Renungkanlah: Mari catatlah dan ingatlah kembali segala kemurahanNya yang terjadi dalam hidup saudara dan bersyukurlah kepadaNya!

UPCOMING EVENT
DOA FAJAR // Sabtu pagi, Kecuali minggu ke-1
RECENT DEVOTION

Mengakhiri Bukan Dengan Sejumlah Prestasi, Tapi Hasil Yang Berkenan

Memastikan untuk kita terus bergerak di dalam Dia dan dengan caraNya, sangatlah menentukan seberapa banyak kita akan menerima dan mengalami apa yang Dia janjikan bagi kita sebagai umatNya.

Tuhan Yang Memberi Kemenangan

Prinsip Hukum Rimba adalah siapa kuat dia menjadi penguasa. Prinsip ini telah terjadi di dunia kerja, keluarga bahkan ke dalam gereja. Tetapi prinsip Kerajaan Surga adalah Siapa percaya Yesus Kristus, dia menjadi pemenang.

VIDEO