DEVOTION
Mampu BersamaNya

Post :Rabu, 12 September 2018 by : Yongki Sannadi

Fil 4:10-13

Rasul Paulus tidak hanya mengecap banyak kesuksesan, tapi juga mengalami penderitaan dan badai dalam hidupnya. "...Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan...", badai atau tantangan yang Paulus hadapi bukanlah tantangan yang ringan secara manusia, dihina, dipenjara dan ditempatkan diantara orang-orang paling jahat, terapung-apung di tengah laut selama hampir 14 hari, didera (disiksa) melebihi batas yang wajar, tapi dalam semuanya itu, rasul berkata semuanya adalah penderitaan ringan (2 Kor 4:17). Apa yang membuat Rasul Paulus tetap kuat dan tidak pernah menyerah? "..Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku..." Rasul Paulus selalu menyadari semua penderitaan itu dapat ditanggung di dalam Dia, yaitu tidak ada penderitaan yang akan melebihi kekuatannya (1 Kor 10:13) dalam ukuran Tuhan dan begitu meyakini bahwa Tuhan akan selalu memberi kekuatan. Penderitaan atau masalah tidak dapat menghentikan rasul Paulus untuk tetap berjalan ssesuai dengan ketetapan Tuhan.

Demikian juga Halnya yang harus terjadi dalam hidup kita, tidak ada perkara apapun yang dapat membuat kita undur dari Tuhan, karena semuanya dapat ditanggung di dalam Dia. Tuhan tidak pernah membiarkan umatNya berjalan sendirian, Dia selalu bersama-sama dengan umatNya. Sehingga kita yang lemah dan Dia yang kuat akan melewati badai dan masalah itu bersama-sama

Renungkanlah: bagaimana respon saudara ketika menghadapi badai atau masalah dalam hidup saudara?