DEVOTION
LANGKAH IMAN

Post : Sabtu, 07 November 2020 by : Mangatas Simanjuntak

1 Raja-Raja 17:7-16

Satu peritiwa yang luar biasa kita baca dalam perikop sebelumnya, bagaimana Tuhan memelihara hidup Elia di tepi Sungai Kerit, Tuhan menyediakan segala kebutuhan Elia ditengah kesulitan yang luar biasa pada saat itu. Semuanya mengalami kesulitan, hujan tidak turun, tetapi Sungai Kerit dimana Elia tinggal mengalir karenaTuhan. Percayalah kalau kita taat kepada Tuhan melangkah dengan iman, Dia pasti pelihara hidup kita. Dia yang pelihara dimasa sulit akibat pandemic covid-19 ini. Tuhan mau agar hidup kita menjadi berkat bagi orang lain, tidak tergantung kepada keadaan dan selalu mendengar dan mengikuti yang Tuhan inginkan yaitu melangkah dengan iman. Tuhan mau agar Elia berangkat dari Sungai Kerit ke Sidon, disana dia bertemu dengan seorang janda yang sangat miskin.

Luar biasa Tuhan membuat Sungai Kerit kering, sungai yang membuat dia betah tinggal disana karena semua Tuhan sediakan. Cara hidupnya harus berubah, yang tadinya dia tinggal menunggu makanan yang Tuhan kirimkan, sekarang dia harus berjalan tanpa dia tahu yang harus dia makan dan minum. Percayalah, ketika kita taat kepada Tuhan, maka Dia pasti pelihara hidup kita dan Dia menyediakan apa yang kita butuhkan. Ketika Elia bertemu sampai di Sidon, dia bertemu dengan seorang janda yang miskin, persediaan makanannya tinggal segenggam tepung dan sedikit minyak (bahan untuk membuat roti untuk sekali makan). Sangat menyedihkan sekali, kondisi dimasa sulit dimana persediaan hanya cukup sekali makan di rumah. Pernahkah kita mengalami hal seperti ini? Tentunya ini sangat menyedihkan dan menakutkan. Lihatlah, kedatangan Elia menjadi berkat bagi ibu yang sudah janda ini.

Janda ini melakukan apa yang Elia perintahkan sekalipun itu menurut ukuran manusia sangat merugikan dia "janda ini harus menyerahkan makanan terakhirnya buat Elia", tetapi lihatlah ketika janda itu taat "melangkah dengan iman", tepung dalam tempayan dan minyak itu tidak habis, selalu ada dan ada lagi. Siapa yang membuat sehingga tepung itu tetap ada, Tuhanlah yang menyediakannya, ketika janda itu taat mujizat terjadi. Mari jemaat Tuhan dengar suara Tuhan dalam kondisi yang sulit ini, lakukanlah dengan iman, engau akan melihat pemeliharaanNya sempurna dalam hidupmu. Mari renungkan, apa yang menghalangi kita untuk mengambil langkah iman dan apa yang harus dilakukan untuk dapat mengalami perubahan di hari ini. Berdoalah agar hari ini kita buat keputusan melangkah dengan iman. Haleluya

Mentaati Firman Tuhan "melangkah dengan iman" mujizat terjadi "tepung dalam tempayan dan minyak dalam buli-buli tidak habis".

VIDEO
RECENT DEVOTION

LIVING WORD - Firman Yang Hidup

Living Word adalah Firman Tuhan yang hidup dan berkuasa. "Mengapa hidup dan berkuasa?" Karena perkataannya atau pesan berasal dari Allah yang hidup dan berkuasa. yang diberikan kepada kita umatNya....

IMAN BUKAN PERASAAN

Kita tidak boleh dikendalikan oleh perasaan, kita harus hidup berjalan dalam Iman. Orang percaya berjalan dalam iman bukan oleh perasaan. Rasa penting tetapi kita tidak boleh dikendalikan oleh perasaan....

AUDIO SERMON