DEVOTION
KEHENDAK ALLAH

Post : Rabu, 17 April 2019 by : Albert S. Wanasida

Roma 12:1-2

Tujuan hidup kita adalah agar seluruhnya menjadi "ibadah yang sejati." FirmanNya berkata "persembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati." Ibadah berarti menggunakan pikiran, hati dan tubuh kita untuk mengekspresikan seluruh keberadaan-Nya.

Ada suatu cara untuk hidup - suatu cara untuk mengasihi - yang mengekspresikan itu. Ada suatu cara untuk melakukan pekerjaan kita yang mengekspresikan Allah yang sesungguhnya. Jika kita tidak dapat menemukannya, itu mungkin berarti kita harus ganti pekerjaan, atau kita harus berubah dalam menjalankan pekerjaan kita.

Kita harus berubah. Ya, kita harus berubah. Firman Tuhan jelas berkata: "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna".

Jawaban Paulus terhadap bagaimana kita mengubah seluruh hidup menjadi ibadah, bukan hanya perilaku eksternal kita, tetapi mulai dari cara kita merasa dan berpikir–pikiran kita.

Jadi, fokus kita hari ini ada pada arti kata "kehendak Allah," bagaimana kita hidup dengan membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

UPCOMING EVENT
DOA FAJAR // Sabtu pagi, Kecuali minggu ke-1
RECENT DEVOTION

Mengakhiri Bukan Dengan Sejumlah Prestasi, Tapi Hasil Yang Berkenan

Memastikan untuk kita terus bergerak di dalam Dia dan dengan caraNya, sangatlah menentukan seberapa banyak kita akan menerima dan mengalami apa yang Dia janjikan bagi kita sebagai umatNya.

Tuhan Yang Memberi Kemenangan

Prinsip Hukum Rimba adalah siapa kuat dia menjadi penguasa. Prinsip ini telah terjadi di dunia kerja, keluarga bahkan ke dalam gereja. Tetapi prinsip Kerajaan Surga adalah Siapa percaya Yesus Kristus, dia menjadi pemenang.

VIDEO