DEVOTION
KEAKURATAN HIDUP DALAM KERAJAANNYA

Post : Kamis, 09 Mei 2019 by : Santoso S. Hutabarat

Yohanes 15:5-7

Demikian tertulis dalam kitab Roma 8:5

Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh (Roma 8:5) (TB)

Orang Kristen ditantang untuk selalu hidup di dalam Roh. Hidup di dalam Roh yang seharusnya menjadi gaya hidup, bukan situasional saja. Orang yang hidup di dalam Roh akan memikirkan hal yang dari Roh. Hidup di dalam Roh adalah selalu memikirkan perkara-perkara dari atas yakni tentang Kristus yang duduk di sebelah kanan tahta Allah Bapa (Kol 3:1-3).

Ketika budaya kehidupan Kerajaan Allah adalah hidup di dalam Roh yakni hidup akurat dengan firman Tuhan. Sebaliknya orang tidak hidup dalam Roh, pasti hidup di dalam daging dan akibatnya adalah maut. Di dalam Kerajaan Allah tidak terdapat maut, yang ada adalah hidup dan damai sejahtera (Rom 8:6).

Pandangan teologi penderitaan yang mengajarkan bahwa kelayakan seseorang di hadapan Tuhan adalah kehidupan yang penuh dengan penderitaan karena Kristus. Jikalau orang tidak melihat bahwa ada damai sejahtera dan kehidupan penuh kebahagiaan dalam Tuhan, maka akan terjadi ketidakakuratan atau terjadi pelencengan arti kehidupan kerajaan Allah. Memang di dalam Kerajaan Allah ada peperangan untuk mengalahkan musuh, tetapi itupun tujuannya untuk menolong orang-orang yang terbelenggu dosa, untuk dilepaskan dan dituntun untuk memperoleh hidup kekal yakni hidup berkemenangan dan berkelimpahan di bumi.

Hidup dalam Tuhan yang akurat adalah kehidupan yang indah dan berkarya atau berbuah bagi dunia. Hidup di dalam Kerajaan Allah adalah hidup sesuai firman Tuhan.