DEVOTION
JANGAN KERASKAN HATI

Post : Sabtu, 23 Maret 2019 by : Rudy Langitan

Ibrani 3:7-11

Bangsa Israel mengalami banyak pencobaan di padang gurun sebelum mereka memasuki tanah Kanaan. Mereka terkenal sebagai bangsa yang tegar tengkuk dan keras hati. Sehingga Tuhan berulang kali berkata "jangan keraskan hati". Bangsa Israel belum mengerti rencana besar Tuhan melalui semua tantangan yang ada. Tuhan ingin merubah sikap hati bangsa Israel. Karena mereka tidak dapat memasuki tanah perjanjian jika mereka masih bermental mesir (budak).

Bangsa Israel sudah banyak melihat mujizat Tuhan yang spektakuler, tetapi ketika datang tantangan, mereka kembali mengeraskan hati dan ingin kembali ke mesir. Akibatkan butuh waktu 40 tahun untuk membangun generasi Israel yang benar-benar bebas dari mesir.

Sikap hati dan pikiran kita menentukan kondisi kehidupan kita. Pola pikir kita menentukan arah hidup kita. Hati yang keras adalah hasil keputusan kita. Karena Tuhan selalu memberikan kepada kita hati yang lembut dan taat (Yehezkiel 36:26)

Kesulitan dan tantangan pasti akan selalu ada. Karena semuanya diijinkan Tuhan untuk membentuk kita menjadi lebih kuat. Ketika kita menghadapi benturan, terkadang kita berkata "cukup sudah... Saya tidak akan berusaha menyelesaikannya..." atau "sudahlah.. Woles aja.." Atau "aah.. Seandainya ..." dan seterusnya.

Ingatlah.. ketika kita menyerah terhadap kesulitan dan tantangan.. sedikitnya kita sedang mengeraskan hati kita. Kita tidak percaya bahwa Tuhan mampu menuntun kita untuk menang terhadap tantangan.

Mari kita belajar mendengar suaraNya, percaya janjiNya dan taat melakukan kehendakNya. Kemenangan sudah Tuhan janjikan.