DEVOTION
HIDUPLAH MENURUT ROH

Post : Minggu, 21 April 2019 by : Albert S. Wanasida

Gal 5:16-18

Seringkali, penganiayaan terhebat datang dari mereka yang merasa dirinya lebih religius ketimbang orang lain. Mereka mendefinisikan Allah sesuai kehendak mereka sendiri. Jika kita memilih untuk setia kepada kebenaran Alkitab, kita mungkin disalahpahami, dihina, dan hal-hal buruk lainnya. Kita perlu ingat kalau ancaman penganiayaan tidak menyurutkan tekad para rasul dalam memberitakan Kristus.

Kenyataannya, Paulus justru menyatakan kalau kehilangan segalanya itu adalah keuntungan karena "aku dapat mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya, serta bersatu dalam penderitaan-Nya untuk menjadi seperti Dia dalam kematian-Nya". Begitu juga reaksi para rasul sesaat setelah dipukuli karena memberitakan Yesus. "Rasul-rasul itu pergi dari hadapan Sanhedrin dengan bersukacita sebab mereka dianggap layak menderita penghinaan demi nama-Nya."

Penderitaan adalah bagian dari kehidupan sebagai pengikut sejati Yesus Kristus. Yesus sendiri yang berkata kalau "sesak dan sempit jalan yang menuju kepada kehidupan". Menghadapi masa-masa sulit adalah cara kita untuk ikut mengambil bagian dalam penderitaan-Nya. Penderitaan terberat orang-percaya seringkali disebabkan pertarungan dalam mematikan keinginan daging di hati,

sehingga kita bisa berserah diri sepenuhnya kepada Kristus sebagai penguasa tunggal hidup kita.

UPCOMING EVENT
DOA FAJAR // Sabtu pagi, Kecuali minggu ke-1
RECENT DEVOTION

Mengakhiri Bukan Dengan Sejumlah Prestasi, Tapi Hasil Yang Berkenan

Memastikan untuk kita terus bergerak di dalam Dia dan dengan caraNya, sangatlah menentukan seberapa banyak kita akan menerima dan mengalami apa yang Dia janjikan bagi kita sebagai umatNya.

Tuhan Yang Memberi Kemenangan

Prinsip Hukum Rimba adalah siapa kuat dia menjadi penguasa. Prinsip ini telah terjadi di dunia kerja, keluarga bahkan ke dalam gereja. Tetapi prinsip Kerajaan Surga adalah Siapa percaya Yesus Kristus, dia menjadi pemenang.

VIDEO