DEVOTION
BUDAK

Post : Sabtu, 14 Desember 2019 by : Albert S. Wanasida

1 Korintus 9:19

Menjadi hamba adalah menjadi budak yang secara gamblang sebenarnya dapat kita definisikan sebagai: seseorang yang telah kehilangan segalanya didunia ini, kemerdekaannya telah dirampas, kebebasannya telah musnah, kehendaknya telah hampa, bahkan namanya sudah tidak ada lagi. Hidupnya hanya untuk menyenangkan hati dan keinginan tuannya. Haknya hanya satu yaitu melepaskan hak.

Yesus memberikan kesimpulan "Demikian jugalah kamu, apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan".

Kita mungkin tidak begitu senang dengan ayat ini, tetapi memang demikian adanya. Kita adalah budak-budak Kristus, kita sudah dibeli oleh Tuhan dan harganya sudah lunas dibayar. Rasul Paulus begitu memahami sepenuhnya keadaan ini, dia mengatakan:

"Sebab tidak ada seorangpun diantara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorangpun diantara kita yang mati untuk dirinya sendiri. Sebab jika kita hidup, maka kita hidup untuk Tuhan dan jika kita mati maka kita juga mati untuk Tuhan, jadi baik hidup maupun mati kita ini milik Tuhan."

VisitorCounters free
UPCOMING EVENT
DOA FAJAR // Sabtu pagi, Kecuali minggu ke-1
RECENT DEVOTION

Mengakhiri Bukan Dengan Sejumlah Prestasi, Tapi Hasil Yang Berkenan

Memastikan untuk kita terus bergerak di dalam Dia dan dengan caraNya, sangatlah menentukan seberapa banyak kita akan menerima dan mengalami apa yang Dia janjikan bagi kita sebagai umatNya.

Tuhan Yang Memberi Kemenangan

Prinsip Hukum Rimba adalah siapa kuat dia menjadi penguasa. Prinsip ini telah terjadi di dunia kerja, keluarga bahkan ke dalam gereja. Tetapi prinsip Kerajaan Surga adalah Siapa percaya Yesus Kristus, dia menjadi pemenang.

VIDEO