DEVOTION
BAGAIMANA KITA SEBAGAI UMAT TUHAN MERESPONI PERUBAHAN INI?

Post : Sabtu, 03 Agustus 2019 by : Santoso S. Hutabarat

Yunus 1:1-4

Perubahan diri dimulai dari apa yang manusia ketahui tentang arti dan standar perubahan yang benar. Dan hal tersebut dimulai dalam tataran pikiran manusia. Apa yang ada dalam pikiran kita yakni pola pikir, akan menentukan respon diri kita terhadap perubahan yang terjadi.

Perubahan bisa terjadi kapan pun selama manusia masih bernafas dan mau bertindak. Sebagai contoh, dalam Nats ayat di atas (Yunus 1:1-4), Yunus adalah seorang pilihan Tuhan yang telah ditetapkan menjadi Duta Kerajaan Allah di kota Niniwe.

Persoalannya, Yunus harus pergi dan berjuang di Kota Niniwe agar semua penduduknya yang berbuat jahat dapat bertobat. Ini tujuan Tuhan yang sangat mulia dan sangat besar. Namun ketidakdewasaan Yunus yakni karena emosi diri yang lebih kuat dari cara berpikir yang benar dan dewasa, membuat Yunus untuk memilih melarikan diri dari panggilan Tuhan.

Untuk selalu mengalami pendewasaan gaya hidup atau kebudayaan kerajaan Allah setiap orang harus memiliki kelembutan hati dan kerendahan hati. Oleh karena itu marilah kita selalu mau dan konsisten untuk selalu semakin serupa dengan figure Yesus Kristus.

Bază de date de informații de prevenție
UPCOMING EVENT
DOA FAJAR // Sabtu pagi, Kecuali minggu ke-1
RECENT DEVOTION

Mengakhiri Bukan Dengan Sejumlah Prestasi, Tapi Hasil Yang Berkenan

Memastikan untuk kita terus bergerak di dalam Dia dan dengan caraNya, sangatlah menentukan seberapa banyak kita akan menerima dan mengalami apa yang Dia janjikan bagi kita sebagai umatNya.

Tuhan Yang Memberi Kemenangan

Prinsip Hukum Rimba adalah siapa kuat dia menjadi penguasa. Prinsip ini telah terjadi di dunia kerja, keluarga bahkan ke dalam gereja. Tetapi prinsip Kerajaan Surga adalah Siapa percaya Yesus Kristus, dia menjadi pemenang.

VIDEO