ARTICLE
Tahun 2015 adalah Tahun Kepenuhan Kristus

Post : Senin, 12 Januari 2015 by : Rachmat TM

Saudaraku, sebentar lagi tahun 2014 akan berlalu dan kita akan memasuki tahun baru 2015. Kita percaya tahun 2015 ada bukan karena kebetulan, tetapi ada kehendak Tuhan yang Dia akan kerjakan di Indonesia dan di dunia karena Tuhanlah yang mengendalikan waktu dan sejarah dunia ini. Setiap umat Tuhan harus menemukan kehendak Tuhan di hari esok supaya jangan mengekor atau asal hidup tetapi supaya langkahnya adalah langkah Tuhan dan mendatangkan perkara supranatural dalam hidupnya.

Menurut penanggalan Ibrani, sejak 25 September 2014 di Yerusalem memasuki tahun baru yaitu tahun 5775. 5775 bisa merupakan kombinasi angka 5 (lima) dua kali dan angka 7 (tujuh) dua kali atau disebut Double Grace (kasih karunia) dan Double Sabbath.

5775, jika diambil bagian akhir "75" adalah 70 (ayin) dan 5 (hei). Ayin dalam huruf Ibrani adalah mata yang melihat dan hei gambaran kasih karunia, atau secara piktorial menggambarkan keteguhan atau kepastian. Jika diartikan maka tahun 5775 adalah

Tahun dimana Tuhan akan meneguhkan dan memperhatikan agar setiap umat-Nya mengalami kasih karunia .

Tahun 5775 atau disebut dengan Semitah Year adalah tahun kelipatan dari angka 7, yaitu 825. Siklus 7 di dalam budaya Yahudi adalah siklus untuk datangnya kepenuhan untuk memasuki sesuatu yang baru. Kelipatan angka 7 ( tujuh) dalam Alkitab begitu penting bukan hanya bagi orang Yahudi tapi bagi umat Tuhan. Angka 7 ( tujuh) adalah angka sempurna atau angka kepenuhan kehendak Tuhan dan berakhirnya satu siklus tertentu untuk datangnya musim yang baru.

Dalam pengamatan astronomi dengan munculnya bulan menjadi darah atau gerhana bulan total empat kali di tahun 2014 – 2015, dan matahari menjadi gelap atau gerhana matahari total, adalah menjadi tanda sesuatu akan terjadi di Israel dan juga di bangsa- bangsa di hari-hari ke depan. Apalagi jika kita amati situasi di Timur Tengah akhir-akhir ini, kita sebagai umat Tuhan harus betul-betul berjaga-jaga bahwa kedatangan-Nya sudah teramat dekat.

Indonesia bukan hanya strategis secara geografis, ekonomi, demografi tetapi juga secara profetik yang akan berpengaruh bagi bangsa-bangsa. Begitu banyak nubuatan dalam Firman Tuhan yang menubuatkan mengenai bangsa Indonesia. Salah satu ayat yang sering dibahas adalah Yesaya 60:7 dan 9 sebagai berikut :

" Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku.... Sungguh, Akulah yang dinanti-nantikan pulau-pulau yang jauh; kapal-kapal Tarsis berlayar di depan untuk membawa anak-anakmu laki-laki dari jauh, perak dan emasnya dibawa serta, untuk nama TUHAN, Allahmu, dan oleh karena Yang Mahakudus, Allah Israel, sebab Ia mengagungkan engkau."

Tahun 2015 adalah 70 tahun Indonesia merdeka, yang menjelaskan kelipatan angka 7 (tujuh) kesepuluh kalinya. Presiden Jokowi yang menjadi Presiden Indonesia periode 2014-2019 adalah Presiden Indonesia yang ke 7 (tujuh). Dengan pola kepimpinan yang berbeda dari pemimpin-pemimpin sebelumnya, yaitu pemimpin yang jujur, sederhana dan mencintai rakyat Indonesia tanpa membeda-bedakan suku, agama dan golongan.

Saat ini, Situasi Indonesia yang sedang dalam momentum perubahan untuk Indonesia yang lebih baik. Indonesia sedang diarahkan kembali kepada destiny-Nya yaitu menjadi bangsa seperti yang Firman Tuhan nubuatkan dalam Yesaya 60:20-21:

"Bagimu akan ada matahari yang tidak pernah terbenam dan bulan yang tidak surut, sebab TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu, dan hari-hari perkabunganmu akan berakhir. Pendudukmu semuanya orang-orang benar, mereka memiliki negeri untuk selama-lamanya; mereka sebagai cangkokan yang Kutanam sendiri untuk memperlihatkan keagungan-Ku."