ARTICLE
Menu Perjamuan Terakhir : Studi Tentang Makanan pada Masa Tuhan Yesus

Post : Rabu, 8 April 2015 by : Dwi P

Markus 14:14-15
dan katakanlah kepada pemilik rumah yang dimasukinya: Pesan Guru: di manakah ruangan yang disediakan bagi-Ku untuk makan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku? Lalu orang itu akan menunjukkan kamu sebuah ruangan atas yang besar, yang sudah lengkap dan tersedia. Di situlah kamu harus mempersiapkan perjamuan Paskah untuk kita!"

Perjamuan Paskah merupakan upacara makan bersama yang secara rutin dilakukan oleh bangsa Israel sejak Musa menetapkan tata cara makan saat Paskah. Sebagaimana masyarakat menyiapkan hidangan Lebaran/Natal/Imlek, demikian pula bangsa Yahudi menyiapkan perjamuan Paskah.

Matius 16:19
Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah.

Yang dinamakan mempersiapkan Paskah adalah menyiapkan hidangan Paskah. Sebagaimana Yohanes 19:14, disebutkan adanya hari persiapan Paskah. Maka pada saat itu seluruh bangsa Yahudi sedang semarak menyiapkan hidangan Paskah. Hari persiapan Paskah adalah hari libur. Di Galilea pada masa itu, hanya beberapa orang yang diizinkan bekerja, yaitu penjahit dan pembuat sepatu (untuk menyelesaikan pesanan pakaian baju Paskah), pemangkas rambut, pencuci baju (laundry) dan - ini yang menarik - perusahaan katering.

Sumber-sumber kuno menjelaskan bahwa sejak dulu bisnis katering untuk menyiapkan hidangan Paskah sudah ada. Jika makanan yang disajikan tidak tepat, perusahaan katering akan didenda.

Menu Paskah

Setiap jamuan Paskah disiapkan beberapa makanan utama: roti tidak beragi, sayur pahit, anggur, sedikit daging domba dan beberapa makanan penyerta lainnya (seperti sup, buah-buahan, kacang-kacangan dan lain-lain), dimana ada tata cara memakannya sebagai berikut :

1. Pemberkatan Anggur

Diawali dengan 'memberkati anggur', dimana disiapkan 4 cawan anggur yang melambangkan tindakan Tuhan atas bangsa Israel dalam Keluaran 6:6-7, yaitu membebaskan, melepaskan, menebus dan mengangkat. Saat itu kisah pembebasan bangsa Israel dari Mesir dibacakan dengan antusiasme dari para hadirin, khususnya anak-anak.

Mereka selalu diajarkan untuk bertanya pertanyaan yang sama setiap merayakan Paskah: "Apa yang membedakan malam ini dengan malam lainnya?"

2. Menghidangkan Sayur Pahit

Setelah minum cawan anggur yang pertama, sayuran dihidangkan. Sayuran yang disajikan adalah sayur pahit sebagaimana di dalam

Keluaran 12:8
Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit.

Sayur pahit melambangkan perbudakan. Sayur yang biasa disajikan adalah mallow, chicory dan lobak. Mallow dan chicory adalah tanaman perdu yang ada di Israel.

3. Penyajian Daging Domba

Menarik sekali bahwa daging domba (yang melambangkan domba Paskah) tidak menjadi sajian utama, karena yang disediakan hanya daging domba sebesar buah zaitun. Itu hanya simbolik. Domba baru disajikan pada upacara Thanksgiving, merayakan rumah-rumah orang Israel yang diluputkan dari pembinasa.

4. Pembagian Roti Tidak Beragi

Setelah itu, pemimpin upacara akan mengambil roti tidak beragi, memegangnya dan berkata dalam bahasa Aram:

"Inilah roti penderitaan. Biarlah yang lapar datang dan makan."

Perkataan inilah yang dikutip Yesus saat perjamuan terakhir, yang secara khusus menjelaskan tentang penderitaan-Nya. Roti tidak beragi menjadi menu Paskah karena sejarahnya pada saat mau meninggalkan Mesir, bangsa Israel terburu-buru sehingga tidak sempat mengolah adonan dengan ragi (Keluaran 12:39).

5. Pencelupan Roti ke Dalam Pinggan

Terkadang roti itu dicelupkan ke dalam pinggan (Markus 14:20). Tidak dijelaskan apa isi pinggan itu, apakah sup daging, kacang merah atau sayuran.

6. Hallel Menyanyikan Mazmur

Di akhir jamuan, rombongan pemazmur yang disebut Hallel (Mazmur 113-118) akan menyanyikan mazmur sebagaimana disebutkan dalam Matius 26:30 dan Markus 14:26.

Pengaturan Posisi Duduk Saat Perjamuan Terakhir

Bentuk meja makan dengan posisi duduk pada saat Yesus merayakan perjamuan terakhir berbeda dengan yang digambarkan pelukis The Last Supper, Leonardo Da Vinci. Biblical